Jakarta, 23 Oktober 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Perwira PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap.

Mulyono, Section Head pada Utilities Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) RU Cilacap, menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kontribusinya dalam pengembangan inovasi energi ramah lingkungan.

Penyematan tanda kehormatan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, dalam Upacara Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Kantor Kementerian ESDM RI, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Penghargaan tersebut menjadi wujud apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Mulyono bersama tim PC Prove Omega dalam menghadirkan inovasi Pertamina Renewable Diesel (RD), produk bahan bakar diesel ramah lingkungan berbahan baku minyak sawit.

Pertamina RD dihasilkan melalui pengolahan minyak sawit jenis Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) di unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT). Melalui serangkaian proses pengolahan, bahan baku nabati tersebut dikonversi menjadi Green Diesel, bahan bakar diesel terbarukan yang mendukung pengembangan energi lebih ramah lingkungan.

Mulyono mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama sekaligus bukti komitmen Perwira RU Cilacap untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi sektor energi dan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami untuk terus berkarya. Perjalanan mengembangkan Pertamina RD merupakan proses panjang, yang berawal dari penugasan pemerintah dalam mendukung transisi energi melalui pengembangan minyak sawit sebagai bahan baku alternatif pengganti bahan bakar fosil,” ungkap Mulyono.

Ia menambahkan, pengembangan Pertamina RD dengan bahan baku 100 persen minyak nabati menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan sumber daya domestik untuk mendukung transisi energi nasional.

Bagi Mulyono dan tim PC Prove Omega, penghargaan Satyalancana Wira Karya bukan sekadar pengakuan atas capaian yang telah diraih, melainkan juga motivasi untuk terus mengembangkan inovasi dan memperkuat kontribusi Pertamina dalam menjawab tantangan energi masa depan.

Ia pun mengajak seluruh Perwira Pertamina untuk terus bersemangat melahirkan karya yang memberikan dampak positif bagi bangsa.

“Ayo, teman-teman Perwira Pertamina, berikan karya terbaik sebagai darma bakti kepada negeri, khususnya di sektor energi,” ajaknya.

Dalam amanatnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut mengingatkan bahwa tanda kehormatan bukanlah akhir dari sebuah pencapaian. Sebaliknya, penghargaan tersebut harus menjadi motivasi sekaligus amanah untuk terus meningkatkan kinerja, dedikasi, dan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Sementara itu Executive General Manager RU Cilacap, Hermawan Budiantoro menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mulyono dan PCP Omega
atas dedikasi, integritas, dan kolaborasi dalam mengkoordinir proyek Green Refinery Cilacap.

“Proyek ini menjadi tonggak sejarah yang membuktikan kemampuan eksekusi berkelas dunia. Green Refinery Cilacap menjadi salah satu pionir pengembangan bahan bakar nabati dan pencapaian yang luar biasa dalam transisi energi menuju Net Zero Emision 2060,” ungkap Hermawan.

Capaian Mulyono bersama tim PC Prove Omega menjadi gambaran peran strategis inovasi Perwira Pertamina dalam mendukung pengembangan energi terbarukan.

Melalui penguatan riset, pemanfaatan sumber daya domestik, dan kolaborasi lintas keahlian, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus mendorong lahirnya solusi energi yang mendukung agenda transisi energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *